Pages

Sifat Ikhlas, Syaikh Abbas al-Qummi Ra..

Sebahagian kisah hidup Syaikh Abbas al-Qummi Ra..


Pada suatu hari ia berkata kepada puteranya: “Setelah aku merampungkan menulis kitab Manâzilul Akhirah (Peringkat-peringkat Hari Akhirat) dan mencetaknya, aku pergi mengunjungi kota suci Qum.

Di sana aku melihat kitabku itu sampai di tangan Syaikh Abdul Razak dimana beliau senantiasa memberikan nasihat kepada masyarakat di Haram Sayidah Maksumah As setiap sebelum shalat Dzuhur.

Ayahku, Muhammad Ridha, yang termasuk murid Syaikh Abdul Razaak hadir pula ketika itu. Syaikh Abdul Razak membuka kitab Manâzilul Akhirah-ku tersebut kemudian membacakannya di hadapan hadirin.

Suatu hari ayahku datang ke rumahku dan berkata kepadaku: “Wahai Syaikh Abbas seandainya saja engkau seperti Syaikh Abdul Razak yang senantiasa naik ke atas mimbar dan membacakan kitab ini?“. Ketika itu aku diam dan tidak memberikan jawaban bahwa kitab tersebut sebenarnya adalah kitabku. Tapi aku berkata kepada ayahku: “Wahai ayahku berdoalah untukku semoga Allah Swt memberikan taufik untuk hal itu”.


sumber : 50 Durus Fil Akhlâk; Syaikh Abbas al-Qummi Ra.

Bani Israel, Memungkiri Janji.

KITAB AL QURAN, SURAH AL BAQARAH.


Ayat 83.

"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. "

Ayat 84.
"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya."

Ayat 93.
" Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat). "



KITAB AL QURAN, SURAH ALI` IMRAN.


Ayat 187.
"Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima."



KITAB AL QURAN, SURAH AL-NISA.


Ayat 154.
"Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh."

Ayat 155.
"Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari"  mereka. 


KITAB AL QURAN, SURAH AL-MA`IDAH.


Ayat 12.
"Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus."

Ayat 13.
"(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Ayat 70.
"Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh."

Ayat 71.
"Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."


  Ilustrasi Bani Israil.

Rujukan
1. Indeks Al-Quran.
2. Aplikasi Al-Quran dari Departemen Agama RI.

Ikhtiar.


Mengikut kamus pelajar edisi ke 2.  Ikhtiar bermaksud.

" Daya usaha yang dilakukan untuk mencapai sesuatu: Bermacam-macam ~ telah dilakukan tetapi penyakitnya belum juga sembuh. berikhtiar mencari jalan untuk mendapatkan sesuatu; berusaha: Kerajaan sekarang sedang ~ utk menolong petani-petani. mengikhtiarkan mengusahakan sesuatu supaya berhasil; mencari akal: Mereka berjanji akan ~ pengumpulan wang utk membantu pelajar itu meneruskan pelajarannya.

Berdasakan penjelasan daripada kamus pelajar edisi ke 2, secara jelas dinyatakan bawah ikhtiar adalah satu perbuatan yang memerlukan daya usaha. Selagi berkeupayaan maka usaha tetap dijalankan, tidak ada alasan bagi manusia yang sempurna fizikal dan akal untuk diam menunggu bulan jatuh ke riba. Kecuali bagi mereka yang kurang upaya dan tidak sempurna akal.



Menyerah kalah dan bergantung kepada takdir adalah salah satu prinsip yang salah, prinsip yang membantutkan kegemilangan dan meletakkan seorang terus menerus dalam keadaan mat jenin, yakni panjang angan-angan.

Seorang manusia yang suka meminta-minta adalah amat ditegah, sebaliknya dia seharusnya berikhtiar untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkannya. Walapun hasil ikhtiarnya tidak seperti yang di jangkannya, tetapi itu adalah yang terbaik. Terbaik daripada meminta-minta.

Diriwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Seseorang sentiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya"    Muttafaqun ‘alaihi.

Abdullah bin Amru melaporkan, Nabi Muhammad menjelaskan, "Bahagialah orang yang masuk Islam dan diberi reziki yang mencukupi keperluannya tanpa dia perlu meminta-minta daripada orang lain. Serta Allah memberikannya rasa cukup dan puas atas apa yang diberikan oleh Allah kepadanya."   Hr Muslim.

Seorang manusia haruslah memulakan perbuatan yang baik, kerana ikhtiar yang berlandaskan kebaikan menghasilkan ganjaran pahala. Bertentangan dengan ikhtiar yang didasari dengan kelicikan pasti memudaratkan dan dicatit padanya dosa.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan, "Sesiapa yang memulakan perbuatan yang baik, dia mendapat pahala daripada perbuatannya itu, dan juga pahala orang yang mencontohi perbuatannya itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala yang mereka terima. Sesiapa yang memulakan perbuatan jahat, dia mendapat dosa daripada perbuatannya itu, dan juga dosa orang yang mencontohi perbuatannya itu, tanpa mengurangi sedikit pun dosa yang mereka terima.".   Hr Muslim.

Hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih. Dunia ini luas, peluang-peluang kejayaan menanti di hadapan, terdapat banyak jalan dan keadah untuk mencapai setiap matlamat yang di idam-idamkan. Apabila ikhtiar mula difikirkan maka angan-angan akan berkurangan, seterusnya akan wujud tenaga dalaman yang menoloknya untuk melaksanakan ikhtiar bagi mencapai matlamat tersebut.

Mari kita renungkan firman Allah Taala,

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. "   Surah ar-Ra`ad ,ayat 11

Firman Allah Taala ini memberi erti seseorang hamba yang mengharapkan nasib yang baik perlulah mereka menjalankan usaha ikhtiarnya. Kalau tidak berbuat demikian, sudah pasti mereka tidak mencapai segala apa yang dicita-citakan.

Firman Allah Taala ini juga memberi erti Allah s.w.t menyuruh dan menggalakkan hamba-Nya bekerja dan berusaha tanpa berpeluk tubuh dan berpangku diri sahaja. Dalam al-Quran terdapat beberapa ayat yang menunjukkan bahawa nasib seseorang hamba itu adalah mengikut usaha dan ikhtiar mereka sendiri.

Firman Allah Taala,

" Mereka itu adalah satu umat yang telah lalu sejarahnya, bagi mereka balasan apa yang mereka telah usahakan, dan bagi kamu pula balasan apa yang kamu usahakan, dan kamu tidak ditanya (atau dipertanggungjawabkan ) tentang apa yang mereka telah lakukan."   Surah Al-Baqarah, ayat 134.

Firman Allah Taala,

" Orang -orang lelaki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, (maka berusahalah kamu)." Surah an-Nisa, ayat 32.

" Dan sesiapa yang melakukan sesuatu dosa, maka sesungguhnya ia hanya mengerjakannya untuk (menjadi bala bencana) yang menimpa dirinya sendiri. Dan (ingatlah!) Allah sentiasa mengetahui, lagi Maha Bijaksana" Surah ar-Ra`d , ayat 111.


Maka, apabila anda berikhtiar untuk memperolehi sebuah kejayaan pasti bulan akan jatuh ke riba. Sewaktu berikhtiar amat digalakkan untuk kita bertawakkal kepada Allah SWT.

 " Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nescaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya” Surah ath-Thalaaq , Ayat 2-3.

Setelah berusaha kita serahkan keputusan usaha tersebut kepada Allah SWT, dalam keadaan yakin kepadaNya, JanjiNya pasti Dia tunaikan, yakni mencukupkan segala keperluan-keperluan kita.

Berputus asa daripada berusaha atapun malas untuk mengubah nasib adalah suatu kerugian yang amat besar ia merupaka kezaliman yang dilakukan keatas diri. Sedangkan, bumi ini begitu luas dan langit amatlah tinggi tambahan pula seruan berikhtiar amat digalakkan. Janganlah meletakkan diri dalam keadaan posisi tercerot, hanya memandang dan tumpang gembira atas kejayaan orang lain. Detik manis ialah apabila kita mencapai kejayaan hasil daripada daya usaha yang kita curahkan. Oleh itu, tidak ada alasan untuk gagal dalam hidup.



Mohd Qazar/Abdulllah ibnu saiyari.

Isteri anugerah Terindah.


Seorang lelaki yang sah bernikah dengan seorang wanita, dipanggil pasangan suami isteri. Di antara mereka tidak ada hijab yang membatalkan setiap tingkah laku mereka bersama asalkan hukum syarak dipatuhi. Malahan, setiap pemberian kebajikan termasuk nafkah zahir & batin suami kepada isteri menghasilkan ganjaran pahala. Pahala yang menyeburkan perasaan kasih & sayang diantara keduanya.



Namun, sejak akhir ini. Kes pertelingkahan,pergaduhan dan ketidaksefahaman pasangan suami isteri sehingga ke dewan mahkamah kian berlaku. Tidak sampai sebulan sudah ada pasangan yang memfailkan cerai. Masalah ini, adalah rumit untuk ditangani. Kerana ehwal rumah tangga tangunggjawab pasangan sepenuhnya. Detik bahagai & derita dipandu oleh pasangan suami isteri.

Lelaki adalah pemimpin kepada pasangannya. lelaki bertanggungjawab sepenuhnya mendidik & mengurus isterinya sebaik mungkin, bagi menjamin kesejahteraan rumah tangga. Jika lelaki lalai, keberangkalian pasangannya akan lebih lalai dari menunaikan kewajipannya.

Sepatutnya lelaki, tidak berhenti dari mencari ikhtiar dan tidak terus memilih jalan singkat yakni bercerai. Sebaiknya suami terus berusaha tidak apa dalam apa jua bentuk usaha asalkan tidak menyalahi syarak. Ini kerana syarak adalah panduan dan sempadan tatacara & tatatertib islam.



" Daripada Abu Hurairah RA katanya, Rasulullah SAW bersabda “Hendaklah kamu saling meminta nasihat tentang perkara-perkara kebaikan kepada kaum wanita kerana sesungguhnya kaum wanita dijadikan daripada tulang rusuk dan sebengkok-bengkok tulang rusuk ialah yang paling atas. Jika kamu membetulkan dengan kekerasan nescaya ia akan patah, jika ditinggalkan (dibiarkan tanpa nasihat) nescaya kekal ia dalam keadaan bengkok maka saling menasihatilah dengan penuh kesabaran dan berlemah lembut”.


Maka apabila lelaki menuinakan tanggungjawabnya dengan baik, dan mendidik serta mengurus isterinya dengan hikmah. Terbinalah sifat tangunggjawab didalam diri isteri kepada suami, wujudlah keadaan yang damai dan bahagia.



" Kaum lelaki itu adalah pemimpin dan pengawal yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan, oleh kerana Allah telah melebihkan orang-orang lelaki (dengan beberapa keistimewaan) atas orang-orang perempuan, dan juga kerana orang-orang lelaki telah membelanjakan (memberi nafkah) sebahagian dari harta mereka. Maka perempuan-perempuan yang soleh itu ialah yang taat (kepada Allah dan suaminya), dan yang memelihara (kehormatan dirinya dan apa jua yang wajib dipelihara) ketika suami tidak hadir bersama, dengan pemuliharaan Allah dan pertolonganNya. Dan perempuan-perempuan yang kamu bimbang melakukan perbuatan derhaka (nusyuz) hendaklah kamu menasihati mereka, dan (jika mereka berdegil) pulaukanlah mereka di tempat tidur, dan (kalau juga mereka masih degil) pukulah mereka (dengan pukulan ringan yang bertujuan mengajarnya). Kemudian jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi, lagi Maha Besar." 

Surah : An- Nisaa  Ayat :34


Kepada pasangan-pasangan yang berada diluar sana, hidup adalah satu anugerah ilahi. Bukan semua manusia yang dapat menikmati hidup berpasangan. Ada yang membujang seumur hidup, ada pula yang sampai ajal terlebih dahulu. Hargailah setiap nikmat-nikmat Allah SWT yang kurniakan. Nescaya rahmat akan melimpah limpah keatas kamu.



" Isteri-isteri kamu adalah sebagai kebun tanaman kamu, oleh itu datangilah kebun tanaman kamu menurut cara yang kamu sukai, dan sediakanlah (amal-amal yang baik) untuk diri kamu dan bertaqwalah kepada Allah serta ketahuilah sesungguhnya kamu akan menemuiNya (pada hari akhirat kelak). Dan berilah khabar gembira (wahai Muhammad) kepada orang yang beriman."

Surah : AL-BAQARAH   Ayat : 223







" Dan Allah menjadikan bagi kamu dari diri kamu sendiri pasang-pasangan (isteri), dan dijadikan bagi kamu dari pasangan kamu: anak-anak dan cucu-cicit, serta dikurniakan kepada kamu dari benda-benda yang baik lagi halal maka patutkah mereka (yang ingkar itu) percaya kepada perkara yang salah (penyembahan berhala), dan mereka kufur pula akan nikmat Allah?"

Surah : AN-NAHL          Ayat : 72



" Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaanNya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir."

   Surah : AR-RUUM           Ayat : 21


Elakkan penceraian, Dapatkan kebahagian :)


"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),maka pasti azab-Ku sangat berat."

Surah : IBRAHIM   Ayat : 14


Mohd Qazar/Abdullah ibnu Saiyari. (16/2/14)





"Ya Ilahi, alam ini adalah taman Engkau"










Hazrat Abu Hurairah ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda, " Seorang penyeru akan menyeru pada hari kiamat, di manakah mereka yang bijak?" Orang ramai bertanya, "Siapakah yang dimaksudkan orang bijak?" Jawab Baginda SAW, "Mereka itu ialah orang yang mengingati Allah SWT sambil berdiri dan duduk dan dalam keadaan berbaring (yakni dalam setiap keadaan mereka mengingati Allah SWT). Dan mereka memikiran tentang penciptaan langit dan bumi lalu berkata, "Ya Allah, tidaklah Engkau mencipta ini (semua) dengan sia-sia. Maha Suci Engkau maka peliharalah kami daripada siksaan api neraka," Satu bendera akan disediakan untuk mereka. Mereka semua akan mengikuti bendera itu dan dikatakan kepada mereka, "Masuklah ke dalam syurga untuk selama-lamanya." (Targhib)

Penjelasan oleh Sheikhul Hadith Hazrat Maulana Muhammad Zakariya RAH.

"Memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi" bermaksud memikirkan mengenai tanda-tanda kekuasaan Allah SWTT dan keajaiban hikmah-hikmahnya. Perkara ini akan meneguhkan lagi makrifatNya.

"Ya Ilahi, alam ini adalah taman Engkau"

Ibnu Abidunia rah. meriwayatkan sebuah hadith mursal bahawa pada suatu ketika Rasulullah saw pergi kepada sekumpulan para sahabat ra yang sedang duduk berdiam diri. Rasulullah SAW bertanya, "Apakah yang kamu fikirkan?" Mereka menjawab, "Kami memikirkan tentang ciptaan Allah SWT."Rasulullah SAW bersabda, "Baik. Jangan sekali-kali memikirkan tentang zat Allah SWT (kerana zatNya itu tidak dapat difikirkan) tetapi fikirkanlah tentang ciptaanNya."

Sekali seorang sahabat ra berkata kepada Hazrat Aisyah rh, "Ceritakanlah tentang mana-mana amalan Baginda SAW yang aneh." Beliau berkata, "Tidak ada amalan Baginda SAW yang tidak aneh. Sekali peristiwa Rasulullah SAW datang ke tempat tidur lalu baring dan berselimut bersamaku. Kemudian Baginda SAW berkata, "Biarkanlah aku beribadat kepada Tuhanku".,Baginda SAW pun bangun lalu berwuduk dan mendirikan solat sambil menangis sehingga air mata mengalir membasahi dadanya. Begitulah juga keadaan Baginda SAW ketika rukuk dan sujud. Sepanjang malam begitulah keadaan Baginda SAW sehingga Bilal ra datang memanggil Baginda SAW untuk solat subuh. Saya berkata, "Ya Rasulullah tidakkah telah dijamin keampunan untukmu? Tetapi, mengapa Tuan menangis begitu sekali?"Rasulullah SAW bersabda,"Tidakkah sepatutnya aku menjadi seorang hamba Allah yang bersyukur?" Kemudian Baginda SAW bersabda lagi "Mengapa tidak aku menangis sedangkan pada hari ini telah diturunkan ayat-ayat berikut,

A190


Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal;
(A-li'Imraan 3:190)


A191

(Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.
(A-li'Imraan 3:191


Seterusnya Rasulullah SAW bersabda, "Kebinasaan bagi orang yang membaca ayat-ayat tersebut tetapi tidak merenung dan memikirkan tentangnya."

Amir bin Abdi Q`ais rah.berkata bahawa beliau mendengar daripada sahabat, bukan hanya daripada seorang, dua atau tiga orang tetapi daripada sebilangan besar para sahabat bahawa, merenung dan berfikir akan ciptaan Allah SWT adalah nur dan cahaya iman.

Hazrat Abu Hurairah ra meriwayat daripada rasulullah SAW bahawa terdapat seorang yang berbaring di bumbung rumahnya( biasannya rumah orang arab berbumbung landai) sambil memandang le langit dan bintang-bintang lalu berkata, "Demi Allah, aku yakin bahawa ada zat yang menciptakan semua ini. Ya Allah, ampunilah aku."Maka rahmat Allah tertumpu kepadanya lalu dia diampuni.

Hazrat Ibnu` Abbas ra berkata bahawa berfikir seketika adalah lebih daripada beribadat sepanjang malam. Demikian juga diriwayatkan dariada Hazrat Abu Dard ra dan Anas ra.

Diriwayatkan juga kepada Hazrat Anas ra bahawa berfikir seketika (tentang kejadian-kejadian Allah) adalah lebih baik daripada beribadat selama lapan puluh tahun. Seorang bertanya kepada Ummi Darda tentang ibadat Hazrat Abu Darda ra yang paling afdal. Jawabnya, "Merenung dan berfikir (tentang kejadian-kejadian Allah).

Hazrat Abu Hurairah ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda,"Berfikir seketika adalah lebih baik daripada beribadat selama enam puluh tahun".

Walaubagaimanapun riwayat-riawat di atas bukanlah menunjukkan bahawa ibadat-ibadat yang lain tidak perlu dikerjakan. Setiap ibadat mempunyai kedudukan dan kepentingan yang tersendiri, sama ada ibadat fardu,sunat ataupun harus. Apabila mana-mana satu daripada ibadat-ibadat itu ditinggalkan maka balasan azab yang dikenakan setimpal dengan kedudukan ibadat itu.

Imam Ghazali rah. telah menulis bahawa merenung dan berfikir dikatakan ibadat yang paling afdal kerana hakikat zikir sudah sememangnya tersirat dalam perbuatan itu. Melalui merenung dan berfikir dua manfaat lagi akan diperoleh. 1. "Makrifatullah"(Mengenali Allah SWT) yakni merenung dan berfikir adalah kunci makrifat. 2., cinta kepada Allah SWT, akan tercapai melalui berfikir. Merenung dan berfikir inilah yang dikatakan muraqabah oleh para ulama tasawuf dan banyak hadith membuktikan kelebihan muraqabah.

Dalam kitab Musnad Abu Ya`la diriwayatkan dairpada Hazrat Aisah rah bahawa beliau berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda bahawa zikir khafi (zikir di dalam hati) yang tidak didengar oleh malaikat pun menghasilkan ganjaran tujuh puluh kali ganda".
Apabila Allah SWT menghimpunkan seluruh manusia pada hari kiamat untuk dihisab dan malaikat Kiraman Katibin membawa buku buku amalan manusia maka Allah SWT akan  berfirman kepadanya,"Periksalah amalan si fulan kalau-kalau masih ada yang tertinggal?" Malaikat menjjawab, "Tiada sesuatu amalan pun yang kami tidak catit dan semua amalan disimpan rapi." Allah SWT akan berfirman. "Ada lagi amal kebajikannya di sisi Kami yang kamu tidak mengetahuinya iaitu zikir khafinya (zikir dalam hatinya)".
Imam Baihaqi rah. juga meriwayatkan hadith ini daripada Hazrat Aishah rah di dalam kitab "Shu`ab" bahawa zikir yang tidak didengar oleh malaikat adalah tujuh puluh lebih afdal daripada zikir yang didengar ileh malaikat. Inilah yang dimaksudkan oleh satu ungkapan syair,.

"Terdapat rahsia anata 'asyik (pencinta) dan maksyuk (yang dicintai) yang malaikat (Kiraman Katibin) pun tidak mengetahuinya"


Maka alangkah bahagianya mereka yang sesaat pun tidak lali (daripada mengingati Allah). Ibadat-ibadat zahir mereka tetap mendapat ganjaran pahala. Tambahan pula zikir dan fikir yang dilakukan pada setiap masa dan dalam setiap keadaan dalam seluruh hidupnya akan mendatangkan ganjaran yang tujuh puluh kali ganda itu. Inilah perkara yang sangat-sangat mendukan syaitan.

Diriwayatkan daripada Junid rah. bahawa beliau telah bermimpi. Dalam mimpinya itu beliau melihat syaitan berada dalam keadaan berbogel. Beliau bertanya kepadanya,"Tidakkah engkau malu berbogel di hadapan manusia?" Dia menjawab, "Adakah mereka itu manusia? Manusia yang sebenarnya ialah mereka yang sedang berada di Masjid Syuniziah yang telah menyebabkan badanku kurus dan telah menghanguskan hatiku."
Hazrat Junaid rah. berkata, "setelah itu aku pun pergi ke Masjid Syuniziah. Di sana aku dapati beberapa orang yang duduk bertongkat dagu (dalam keadaan bermuraqabah). Apabila mereka melihat daku, mereka berkata "Jangalah engkau terpedaya dengan kata-kata syaitan yang terkutuk itu."

Kisah yang hampir-hampir sama diriwayatkan dairpada Masuih rah. Beliau telah melihat syaitan yang berada dalam keadaan berbogel. Beliau bertanya kepadanya,"Tidakkah engkau malu berjalan di tengah-tengah manusia dalam keadan berbogel?"
Dia menjawab ,"Demi Allah, ini bukanlah manusia. Sekiranya mereka ini manusia maka sudah tentu aku tidak bermain dengan mereka seperti kanak-kanak bermain bola. Manusia yang sebenarnya ialah mereka yang menyebabkan badanku sakit." Sambil menunjuk kepada segolongan ahli-ahli sufi.

Abu Sa`id Khazzar rah. berkata, "Aku melihat dalam mimpi syaitan menyerang aku. Akupun memukulnya dengan kayu tetapi dia tidak menghiraukannya sama sekali. Tiba-tiba aku terdengar satu suara ghaib yang mengatakan bahawa dia tidak takut dengan benda itu tetapi dia takut hanya dengar nur hati (yakni ia tidak dapat dihalau dengan kayu tetapi ia dapat dihalau dengan nur iman)."

Hazrat Sa`ad ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik zikir ialah zikir khafi dan sebaik-baik rezeki ialah yang mencukupi (yakni tidak kurang, sehingga tidak memadai untuk hidup dan tidak lebih sehingga mendatangkan takabur dan dihabiskan dalam kejahatan)." Ibnu Habban dan Abu Ya`la rah. berkata bahawa hadith tersebut adalah sahih.

Diriwayatkan dalam sebuah hadith bahawa Rasulullah SAW bersabda,"Hendaklah kamu mengingati Allah dengan zikir 'khamil'."Seorang bertanya, "Apakah yang dimaksudkan dengan zikir 'khamil' itu? Jawab Baginda, "Ialah zikir khafi (zikir yang dilakukan secara bersunyi diri)".

Melalui hadith-hadith tersebut di atas dapat diketahui kelebihan berzikir khafi walhal hadith-hadith yang menerangkan mengenai zikir jihri atau zikir dengan suara yang nyaring sehingga orang mengatakan gila terhadap orang-orang yang berzikir seperti ini, juga telah disebutkan sebelum ini (dalam kitab fadhail amal bab zikr). Kedua-dua zikir yang dinyatakan adalah amalan yang berlainan. Kepentingan kedua-dua zikir itu berbeza mengikut keadaan seseorang. Guru yang merusyid yang akan menentukan zikir yang sesuai mengikut orang-orang yang tertentu dan pada waktu--waktu tertentu bersesuaian dengan keadaan orang itu.


Disalin dari Kitab Fadhilat Amal "Seikhul Hadith Hazrat Maulana Zakariya RAH."

Biodata ringkas mengenai Seikhul Hadith Hazrat Maulana Zakariya RAH.

Gelaran > Shaykh al-Hadith Qutb al-Aqrab Barakat al-`Asr.

Keturunan > Keturunan Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq Ra.

> 2/2/1898 - 24/5/1982. (84tahun) <









Antara Nilai Yang Bercanggah Dengan Nilai Islam



1.       Menderhakai ibu bapa.

Abdullah Bin Amru Al As melaporkan, Rasulullah saw menerangkan, “ Antara dosa besar adalah menyeketukan Allah, menderhakai ibu bapa, membunuh orang, dan bersumpah bohong”. ( Hr Bukhari)


2.       Melanggar perintah Allah SWT & Rasulnya.

Al- Buruj : 12
“Sesungguhnya azab Tuhanmu (terhadap orang yang ingkar) terlalu berat.”


3.       Bergaul secara bebas.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim)


4.       Lelaki menyerupai wanita.

Riwayat Abu Hurairah bahawa, “Rasulullah melaknat orang lelaki yang memakai pakaian orang perempuan, dan orang perempuan berlagak seperti orang lelaki”. 
(Hr Bukhari)


5.       Meniru cara hidup orang kafir.
Mahfum sabdaan Rasulullah saw. “Sesiapa yang menyerupai suatu golongan itu,
 maka ia tergolong daripada golongan berkenaan.”
 Riwayat imam abu daud.

6.       Wanita tidak menutup aurat.

Abu Hurairah r.a berkata Rasulullah saw bersabda “ ada 2 golongan yang akan menjadi penghuni neraka yang belum lagi aku melihat mereka.  …..Keduan Perempuan yang berpakaian tetapi telanjang…”
 (Hr Muslim)

7.       Tidak bertaubat.
“Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Allah.
 Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani” 
An nisaak: 106

Mohd Qazar Bin Yusop Al-Zainal abidin

Kawalan Minda.

Minda manusia sering dipengaruhi oleh lima pancaindra utama, menurut pemerhatian saya, yaitu.

1. Fikiran.
2. Mata.
3. Telinga.
4. Lidah.
5. Hati.

Dan berdasarkan ilham saya, mata merupakan kompenan utama yang mempengaruhi minda, mata yang memandang setiap sudut suasana akan ditafsirkan oleh minda. Berdasarkan surah an nur ayat 30 surah yang ke 24 dalam Kalamullah, diseru Muhammad Saw untuk memperingatkan kepada orang lelaki yang beriman agar mereka menundukkan pandangan (mata) mereka daripada memandang perkara yang haram dipandang, dan memelihara kehormatan mereka.



Terdapat dua perintah disini, yaitu, 1. memelihara pandangan (mata) & 2. memelihara kehormatan. Mengikut urutan, mata disebut terlebih dahulu. hal ini kerana, ada hikmahnya, antara hikmah diseru memelihara mata terlebih dahulu yaitu,

1. Mata merupakan komponen yang bebas memandang tanpa melalui apa-apa tapisan, ini dapat kita lihat daripada sikap manusia apabila ia bangun daripada tidur, matanya terbuka ia akan terus memandang ke sudut-sudut keadaan tanpa seberang rintangan di mata tersebut.

Apabila mata, menandang secara bebas. Maka apabila suasana haram itu dipandang, suasana tersebut akan ditafsirkan oleh minda, dan mengalirkan aliran cas negatif ke hati, dan akan dipertimbangkan oleh akal. Pendapat saya, disinilah titik awal dan permulaan para remaja yang suka melakukan aksi kurang bermoral, seperti berzina. Apabila berzina, maknya kehormatannya sudah tercemar, mengikut hukum islam remaja yang berzina wajib menjalani hudud yakni sebatan ke tubuh. hukuman hudud yang dikenakan, bertujuan untuk menyampaikan mesej kepada para remaja bahawa zina itu haram, tetapi pernikahan ini halal. (Perbuatan yang sama, namun ketegori berbeza, sudah pasti zina itu dosa, nikah ini pahala).

2. Mata secara langsung mempengaruhi akal fikiran.

Disebabkan mata tidak dipelihara dengan baik, tidak dipelihara daripada memandang perkara-perkara yang haram. Apabila keadaan ini berlaku, dan terus berlaku, secara automatik akal akan terbentuk berdasarkan apa yang dipandang tersebut. Akal fungsinya hanya menafsir apa yang mata pandang, akal tidak tahu bagaimana suasana keadaan tersebut,warna keadaan tersebut dan lain-lain, akal pandangannya terletak di mata, begitu juga hati.

Antara salah satu langkah untuk mengawal masalah moral dikalangan remaja, adalah menahan mata mereka daripada menonton hal-hal yang haram yang disiarkan oleh syarikat terlibat, dengan tidak menyangkan hal-hal tersebut.

Mata adalah satu anggota yang harus dipelihara sebaik mungkin, dipelihara daripada melihat perkara yang haram. Orang yang tidak dapat mengawal matanya daripada terus memandang perkara yang haram, ia sedang merosakkan hati dan akalnya, tidak lama lagi keharaman tersebut akan mempengaruhi dirinya. Kegunaan mata seharusnya, diaplikasikan dengan sebaik mungkin, dengan melihat perkara yang dapat membantu peningkatan kearah keadaan luaran dan dalaman yang positif.

Jaga Mata,
Diri Terpelihara....

~~~~~ mohd.qazar.b.yusop.
tweet on @czar_im

Kedudukan Senaman Yoga Di Kalangan Umat Islam

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-83 yang bersidang pada 22 - 24 Oktober 2008 telah membincangkan Kedudukan Senaman Yoga Di Kalangan Umat Islam. Muzakarah berpandangan dan berpendapat bahawa senaman Yoga yang berasal dari masyarakat Hindu sejak sebelum Masihi lagi yang menggabungkan amalan fizikal, unsur-unsur keagamaan, mentera dan pemujaan bagi tujuan tertentu seperti mendapatkan ketenangan dan kemuncaknya, penyatuan diri dengan tuhan atau tujuan-tujuan lain adalah tidak sesuai dan boleh merosakkan akidah seorang muslim.
Oleh itu, Muzakarah juga bersetuju dan memutuskan apa jua jenis atau bentuk amalan yang mengandungi unsur-unsur tersebut di atas adalah dilarang dan bertentangan dengan syariat Islam. Sementara pergerakan amalan fizikal tanpa unsur-unsur di atas yang dilakukan pada zahirnya tidaklah menjadi kesalahan. Namun demikian, masyarakat Islam dingatkan wajib berhati-hati dalam berwaspada dari perkara-perkara yang boleh menghakis akidah seseorang muslim.
Seperti yang sedia maklum, perkara-perkara yang boleh menghakis akidah boleh berlaku dengan sebab-sebab berikut:
(1) kepercayaan atau keyakinan di hati.
(2) menerusi perkataan atau pengakuan dengan lidah.
(3) perbuatan.
Memandangkan terdapat dua elemen tersebut dalam amalan yoga, maka umat Islam wajib memelihara akidah mereka dari terhakis
Keterangan/Hujah: 
 
  1. Pengajaran Yoga berasal-usul daripada kitab suci agama Hindu ‘Bhagavad Gita’. Menurut kitab ini ‘Yoga’ memerihalkan satu pandangan bersatu, ketenangan fikiran, kemahiran bertindak, serta keupayaan untuk mengekalkan penyesuaian dengan kemuliaan Diri (Atman), dan yang mempunyai intipati yang sama dengan asas Kewujudan (Brahman). Tujuan Yoga (nirvana moksha) adalah untuk melepaskan diri daripada kitaran penjelmaan semula melalui kesedaran perpaduan dengan kebenaran muktamad.
     
  2. Tidak wujud yoga menurut agama Islam tetapi yoga wujud di dalam agama Hindu, Buddha, Yahudi dan Kristian.
     
  3. Maksud istilah yoga sendiri telah menjelaskan bahawa ia mengandungi unsur-unsur Hinduism. Masyarakat Hindu mengamalkan yoga sebagai satu cara untuk mendapatkan ketenangan dan bersatu dengan tuhan-tuhan mereka.
     
  4. Unsur-unsur pengaruh hindu yang dipromosikan secara halus melalui Trancendental Meditation dalam amalan yoga merupakan mantera agama hindu yang disebarkan untuk kegunaan semua penganut agama.
     
  5. Agama Islam yang disyariatkan oleh Allah s.w.t. telah menyediakan berbagai kaedah kerohanian kepada umatnya untuk mencari atau mencapai ketenangan diri dan umat Islam tidak perlu merujuk atau mengikut kepercayaan atau amalan agama lain.
     
  6. Amalan yoga adalah salah satu dakyah halus yang digunakan untuk mengembangkan pengaruh hindu.
     
  7. Yoga ini pada awalnya diperkenalkan di negara-negara barat kerana masyarakat sentiasa mengalami stress. Apabila ketenangan dapat dicapai melalui yoga, mereka mendapati produktiviti kerja semakin bertambah baik dan atas dasar ini yoga dianggap antara kaedah terbaik memulihkan kesihatan dan memajukan diri.
     
  8. Mengandungi unsur-unsur falsafah agama lain dan kesyirikan, adalah haram bagi umat Islam mengamalkannya.
     
  9. Singapura walaupun hanya mempunyai minoriti umat Islam telah mengharamkan yoga atas dasar mengandungi unsur-unsur syirik yang boleh merosakkan akidah orang Islam.
     
  10. Adalah wajar umat Islam dilarang daripada melakukan apa jua amalan atau senaman yang mempunyai kaitan dengan unsur syirik atau pemujaan agama lain.

Merokok Dari Pandangan Islam

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-37 yang bersidang pada 23 Mac 1995 telah membincangkan Hukum Merokok Dari Pandangan Islam. Muzakarah telah memutuskan bahawamerokok adalah haram dari pandangan Islam kerana padanya terdapat kemudharatan.

Keterangan/Hujah: 
 

1.  Keputusan yang telah diputuskan oleh Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia tersebut adalah bersandarkan kepada hujah-hujah berikut:
 
i. Rokok mengandungi pelbagai jenis racun. Fakta daripada kajian-kajian perubatan telah membuktikan bahawa setiap batang rokok mengandungi 6-8 mg. nikotian dan pelbagai bahan kimia lain. Setiap sedutan asap rokok sebenarnya kita telah menghidu sebanyak 4,000 jenis bahan kimia yang boleh memudharatkan badan.
 
ii. Ketagihan tembakau bukan hanya menimbulkan masalah kepada perokok, malah ia berada di tempat keempat dalam senarai faktor risiko bagi penyakit serius yang menular di seluruh dunia. Tabiat merokok dikaitkan dengan risiko barah, penyakit jantung dan masalah pernafasan. Terdapat beberapa jenis penyakit yang berpunca dari merokok, antaranya ialah kanser kerongkong, kanser mulut, katarak (sejenis kerosakan mata yang menyebabkan kanta mata berselaput dan rabun), ulser perut, penyakit jantung, strok, penyakit paru-paru, emfisema paru-paru dan banyak lagi.
 
iii. Pada masa kini jumlah perokok sama ada dinegara maju atau negara membangun masih begitu besar, walaupun berbagai usaha telah dibuat oleh Kerajaan serta badan-badan sukarela bagi menyedarkan orang ramai tentang bahayanya merokok kepada orang ramai. Di Malaysia, merokok menyumbang kepada lebih 10,000 kematian setahun; 30% daripadanya disebabkan 10 jenis kanser, iaitu paru-paru, mulut, esophagus, tekak, pankreas, pundi kencing, buah pinggang, serviks, kolon dan perut. Sebanyak 50% kematian berpunca daripada sakit jantung dan strok. Kerajaan telah membelanjakan banyak wang untuk merawat berbagai jenis penyakit yang dikaitkan dengan tabiat merokok dan negara juga mengalami kerugian kira-kira RM 20 billion setahun bagi menanggung kos rawatan dan kehilangan produktiviti.
 
iv. Imam al-Syafi’e telah mengeluarkan fatwa dalam kitabnya yang masyhur al-Umm iaitu:” Jika mereka mengambil (sesuatu makanan, minuman atau sesuatu yang dihisap, dihidu dan disedut) yang boleh memabukkan, maka perbuatan itu adalah jelas haram. (Termasuklah) yang mengandungi racun yang menyebabkan kematian. Aku tetap menganggap (menfatwakan) ia adalah haram. Allah swt mengharamkan (apapun jenis) pembunuhan kerana pembunuh bermakna membunuh diri sendiri”.
 
v. Para ulama’ sepakat menyatakan bahawa merokok hukumnya haram kerana ianya jelas memudharatkan kesihatan, membazir dan mensia-siakan harta serta dikategorikan sebagai satu perkara keji, berdasarkan nas-nas berikut:
 
a. Firman Allah swt dalam Surah al-Baqarah, ayat 195 yang bermaksud: “Dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri kamu ke dalam bahaya kebinasaan”.
 
b. Firman Allah swt dalam Surah al-A’raf ayat 157 yang bermaksud; “ Dan ia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang buruk”.
 
c. Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “ Tidak boleh memberi mudharat dan membalas dengan kemudharatan”.(Hadith riwayat Ahmad, Malik, Ibn Majah dan al-Daraqutni)
 
d. Kaedah Usul Fiqh: درء المفاسد مقدم على جلب المصالح yang bermaksud “ menolak kerosakan adalah didahulukan daripada mencari kemaslahatan”
 
e. Imam Ibn. Hazm dalam kitabnya al-Muhalla, jilid 7, halaman 503 (masalah no. 1027) menegaskan bahawa : “Pemborosan adalah haram”. Yang dimaksudkan dengan pemborosan di sini ialah:
 
i. Membelanjakan wang untuk perkara yang diharamkan oleh Allah swt, samada banyak atau sedikit, walaupun sebesar sayap nyamuk sekalipun.

ii. Pembaziran yang tidak ada keperluannya.

iii. Membuang wang, betapa kecilpun jumlahnya kerana dengan membuang tanpa tujuan itu menjadikannya sia-sia.
 
vi. Beberapa negara Islam dan beberapa ulama’ muktabar telah mengeluarkan fatwa tentang amalan merokok.
 
Antaranya seperti berikut:
 
a. Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahawa merokok, menanam tembakau dan memperniagakannya adalah hukumnya haram kerana daripadanya terdapat kemudharatan.
 
b. Ulama’-ulama’ semasa Mesir seperti Dr. Abdul Jalil Shalaby mengatakan merokok adalah haram kerana ia boleh mendatangkan kemudharatan kepada kesihatan masyarakat.
 
c. Al Imam Abdul Halim Mahmud dalam kitabnya “Fatawa al-Imam Abdul Halim Mahmud” telah memberi fatwa merokok hukumnya makruh jika ia tidak mendatangkan kemudharatan kepada kesihatan. Sebaliknya adalah haram jika ia mendatangkan kemudharatan kepada kesihatan.
 
2. Hukum pengharaman arak dan khinzir tidak boleh disamakan dengan hukum haram merokok kerana hukum pengharaman terhadap arak dan khinzir telah dinyatakan secara jelas dan qat’ie oleh Allah swt dalam kitab suci al-Quran. Manakala hukum pengharaman terhadap perbuatan merokok telah diistinbatkan oleh para jumhur ulama’ terdahulu dan masa kini bersandarkan hujah-hujah kepada nas-nas syarak yang jelas dinyatakan seperti al-Quran, al-Hadith, Ijma’ Ulama’, Qaedah-qaedah Fiqhiyah dan sebagainya. Ayat-ayat al-Quran dan hadith seperti yang dinyatakan di atas jelas telah memperincikan isu ini.
 
3. Al-Syeikh Hasanain Muhammad Makhluf, bekas Mufti Mesir dalam Kitabnya Fatawa Syariyyah Wa Buhuth Islamiyahmenyatakan:

“ Sesungguhnya tumbuhan (tembakau) ini dahulunya belum dikenali. Apabila ia diperkenal dan digunakan oleh manusia untuk merokok, maka ulama’-ulama’ fiqh daripada pelbagai mazhab Islam telah membincangkannya untuk menetapkan hukumnya berdasarkan prinsip (qaedah fiqhiyyah) yang telah ditetapkan.”

“Sesungguhnya berdasarkan hukum asal sesuatu itu harus. Tidak akan terkeluar daripada prinsip asal melainkan adanya perkara-perkara yang mengubah hukumnya menjadi haram atau sebagainya.”
 
Dalam isu merokok ini, sebab yang menjadikannya haram ialah kesan mudharat dan bahayanya sehingga meruntuhkan lima asas utama (al-Kulliyatul Khams) yang wajib dipelihara oleh setiap manusia iaitu agama, jiwa, maruah keturunan, akal dan juga harta.

e-fatwa.

SYIAH bukan daripada jalur al-quran dan as-sunnah

SYIAH merupakan satu kelompok yang hampir kepada asas islam, namun secara langsung SYIAH BUKAN ISLAM, kerana asas-asas SYIAH bertentangan dengan jalur as-sunnah dan al-quran.

Malahan SYIAH telah menolak mushaf Al-Quran yang disepakati oleh jemaah islam (mushaf utsmani). Dengan mendakwa bahawa berlaku penyelewangan oleh para sahabat semasa pengumpulan Al-Quran. Oleh itu, seorang ulama syiah yang bernama  Al-Haji Mirza Hussain bin Muhammah Taqie An-nuri At-tabrasi, telah mengarang sebuah kitab yang diberi nama "Kata pemutus untuk membuktikan berlaku penyelewengan Kitab Suci Tuhan" di dalam kitab tersebut, ulama syiah berkenaan telah mengumpulkan beratus-ratus nas dan text tulisan serta pendapat para alim ulama dan mujtahid syiah dari berbagai zaman mengatakan bahawa kitab suci Al-Quran telah terlibat dengan penambahan dan pengurangan.

Di antara hujah yang dikemukan oleh At-Tabrasi mengenai berlakunya pindaan ke atas Kitab Suci Al-Quran itu ialah huraiannya di dalam halaman 180 kitab berkenaan dalam mana beliau telah mengemukakan suatu surah yang selalu disebut-sebut oleh orang syiah sebagai surah Al-Wilaayah.

Selain itu, SYIAH memiliki sebuah kitab hadis, yang mereka anggap setaraf dengan kitab hadis shahih Al-Bukhari, yang dikenali sebagai kitab hadis Al-Kaa-Fi.

SYIAH ini terkenal dengan sifat At-Taqiyyah (tipu muslihat), sebab itu lah tidak ada persefahaman yang dicapai dengan SYIAH. sifat ini dijadikan sebagai suatu kepercayaan dan pegangan hidup beragama yang membolehkan mereka menunjukkan sikap lahir yang berlainan daripada apa sebenarnya terpendam didalam hati dan jiwa mereka.

Hal ini, dapat kita lihat apabila mereka sendiri tidak mengikut imam yang mereka utamakan yaitu Sayyidina Ali kw. Sayyidina Ali kw merupakan khalifah umat islam selepas sayyidina Usman, bermaksud disini, pengumpulan Al-Quran berlaku semasa beliau belum lagi menjadi ketua pemimpin umat islam. Kesimpulannya, jikalaulah benar bahawa Al-Quran yang dikumpul oleh sayyidina usman itu berlaku dan terdapat penyelewengan dan pembohongan. Sudah pasti, sayyidina Ali akan menentangnya dan akan menghapuskannya disaat beliau menjadi khalifah. Terbukti disini, bahawa para ulama syiah lah yang melampaui batas.

Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar merupakan sahabat kanan Rasulullah SAW, yakni sahabat yang paling rapat dengan baginda, selain itu. Sayyidina Abu Bakar merupaka sahabat yang terawal memeluk islam dan beliau dikenali sebagai as-siddiq, kerana beliau membenarkan kata-kata Rasululullah semasa awal kerasulan sehinggalah baginda wafat. Dan beliau adalah khalifah umat islam selepas kewafatan rasulullah saw. Sayyidina Umar juga sama seperti Sayyidina Abu Bakar, sehingga rasulullah saw bersabda:

Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Syabiib : Telah menceritakan kepada kami Al-Muqri’, dari Haiwah bin Syuraih, dari Bakr bin ‘Amru, dari Misyrah bin Haa’aan, dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Seandainya setelahku ada nabi, niscaya ia adalah ‘Umar bin Al-Khaththaab” [As-Sunan, no. 3686].

Dan beliau merupakan khalifah ketiga selepas kewafatan baginda rasulullah SAW.

Namun, SYIAH MENGHINA sahabat ini. malah mengutuk 2 khalifah ini. Mereka memanggil 2 khalifah ini dengan panggilan "Al-Jibt" ataupun "Syaitan" dan taghut. Malah ulama mereka berkata bahawa sesiapa yang menghormati dan mengiktiraf Sayyidina Abu Bakar & Sayyidina Umar sebagai pemimpin dan pemerintah yang sah bagi kaum muslimin, maka dia adalah seorang Naasib yang memusuhi kaum keluarga Rasulullah SAW.

Lihatlah betap teruknya mereka ini, dengan berlandaskan nafsu berkata sedemikian, sedangkan 2 sahabat ini merupakan manusia yang paling rapat dengan baginda Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW memuliakan mereka. Mereka ini merupakan orang mukminin. Orang yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Bagaimana mereka ini boleh mengeluarkan perkataan sedemikian sedangkan Rasulullah SAW tidak bercakap mengenainya?. Inilah dia SYIAH!

Mereka ini mendakwa sebagai pencinta keluarga rasulullah SAW. Tetapi mereka ini melanggar suruhan Rasulullah SAW sendiri.

Rasulullah SAW telah berpesan,
Dari Thabit bin Dhahhak ra meriwayatkan bahawa baginda Nabi SAW bersabda : Melaknat seorang mukmin seperti menumpahkan darah. (Hr muslim).

Terdapat banyak pegangan-pegangan SYIAH yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Disini saya hanya memberi keutaman kepada hal mengenai mereka SYIAH melaknat para sahabat.
Sebagai seorang muslim maka ini adalah tanggungjawab saya untuk membela saudara muslim saya, Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar adalah sauadara muslim saya.

Dari Abu Darda ra meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda :" Barangsiapa yang memelihara kehormatan saudara muslimnya dengan membelanya, menjadi tanggungjawab Allah Taala untuk menghalang dia daripada api neraka jahanam pada hari kiamat kelak . (Hr Musnad Ahmad.)

Dari Muas bin Anas Juhani ra meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda :" Barangsiapa menghalang kehormatan saudaranya yang muslim daripada kejahatan orang munafik, Pada hari kiamat nanti Allah akan mengutuskan seorang malaikat untuk menjaga dirinya daripada api neraka. Dan barangsiapa menjatuhkan nama baik orang islam dan dia akan ditangkap ketika melintasi titian sirat, sehinggalah dia membersihkan segala tuduhannya. "(Hr Abu Daud)

Cukuplah dua hadis ini, untuk orang-orang islam, dan terutamanya SYIAH. wahai SYIAH sesungguhnya, semua orang islam wajib mencintai Rasulullah saw dan keluarganya. tidak tertumpu kepada satu golongan sahaja.

Sentiasalah berdoa kepada Allah SWT agar diberi petunjuk, dan pergilah menuntut ilmu kepada para ulama yang berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-sunnah.






Ahlul Hadith.






Sahabat Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم yang paling banyak meriwayatkan hadits:

Abu Hurairah- 5374 hadits

Ibnu Umar- 2630 hadits

Anas bin Malik- 2286 hadits

Aisyah- 2210 hadits

Ibnu ‘Abbas 1660- hadits

Jabir bin ‘Abdullah- 1540 hadits

Abu Sa'id Al-Khudri- 1170 hadits

Ibnu Mas'ud- 848 hadits

Ibnu 'Amr bin Ash- 700 hadits

Abu Dzarr Al- Ghifari- 281 hadits

Abu Darda'- 179 hadits


Hadith ditakrifkan sebagai perkataan, perbuatan, ketetapan (akuan), sifat (sama ada jasmani atau pun rohani) dan hal-ehwal Rasulullah s.a.w (sebelum atau selepas menjadi Rasul).


Baginda s.a.w. bersabda:

إذا حدّثـتكم حديثا، فلا تزيدن علي

Maksudnya: Bila aku sabdakan kepadamu sebuah hadith maka janganlah kamu menambahnya ke atasku. (Muslim)

Sumber: Talqih fahum ahli al-atsar karya Ibn Jauzi.

hisap shisha, haram.

Hukum hisap shisha

Assalamualaikum ustaz,
Apa hukum menghisap shisha? Adakah sama dengan hukum menghisap rokok? Dan adakah kesannya sama dengan rokok? syukran ustaz..

Jawapan:
 
الحمدلله والصلاة والسلام علي رسول الله وعلي آله وأصحابه أجمعين ، أما بعد
 
Sebenarnya soalan seperti di atas pernah ditanya kepada bekas mufti Arab Saudi, iaitu Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.  Jadi di sini saya memilih untuk menjawab soalan di atas dengan menterjemah jawapan yang telah diberi oleh bekas mufti Arab Saudi. Terjemahannya adalah seperti berikut:
 
Soal: Apa hukum menghisap shisha? Adakah hukumnya sama dengan hukum merokok? Adakah shisha dan rokok termasuk dalam dadah yang diharamkan?
 
Jawab: Menghisap shisha dan rokok dan segala jenis-jenisnya termasuk dalam perkara-perkara yang diharamkan kerana kedua-duanya mengandungi kemudaratan yang banyak. Pakar-pakar perubatan telah menjelaskan kesan-kesan buruk kedua-dua perkara tersebut (hisap shisha dan rokok). Sesungguhnya Allah swt telah mengharamkan ke atas orang Islam melakukan sesuatu yang memudaratkan mereka. Oleh itu adalah wajib bagi mereka yang menghisap shisha atau rokok supaya berhenti dan berwaspada daripada perbuatan tersebut kerana firman Allah swt: 
 
يسئلونك ماذا أُحل لهم قل أُحل لكم الطيبات 
 
Maksudnya: Mereka bertanya kepadamu (Muhamad), "Apakah yang dihalalkan bagi mereka"? Katakanlah, "Yang dihalalkan bagi kamu adalah yang baik-baik. (al-Maidah: 4)
 
Dan firmannya lagi:
 
ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث
 
Maksudnya: Dan dia (Muhamad) yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka. (al-A'raf: 157)
 
Dan kesemua jenis rokok dan shisha termasuk dalam perkara buruk yang memudaratkan manusia. Maka kesemua jenis rokok dan shisha adalah haram berdasar dengan dua ayat al-Quran di atas apabila diperhati maksud kedua-duanya. Kita memohon kepada Allah swt memberi petunjuk kepada orang Islam mengenai apa yang baik dan yang dapat menyelamatkan mereka. Juga memohon agar Allah melindungi mereka daripada perkara-perkara yang memudaratkan mereka di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia adalah sebaik-baik tempat memohon. (tamat jawaban bekas mufti Saudi)
 
Saya juga sempat bertanya kepada doktor pakar, Prof. Madya Dr. Zainur Rashid bin Zainuddin mengenai kesan buruk menghisap shisha. Adakah kesan menghisap shisha sama dengan kesan menghisap rokok? Jawaban ringkasnya, kesan menghisap shisha adalah sama atau lebih buruk bergantung kepada bahan perasa atau tambahan yang digunakan semasa menghisap shisha.
 
Sebagai kesimpulan, menghisap shisha adalah haram sepertimana haramnya menghisap rokok dan kesan mudarat menghisap shisha adalah sama atau lebih buruk daripada kesan menghisap rokok mengikut bahan perasa atau bahan tambahan yang digunakan.
 
Sekian والله أعلم
 
 
Rujukan:
1) Website: http://muntada.islamtoday.net/t61245.html
2) Soal jawab dengan Prof. Madya Dr. Zainur Rashid bin Zainuddin
 
 
Disediakan oleh:
Ustaz Ahmad Zainal Abidin
Setiausaha Muis

Malaikat Suka Duduk dalam Majlis Zikir



Dari Abu Hurairah ra berkata bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: "Allah Tabaraka wa Taala mempunyai para malaikat yang ditugaskan mencari majlis zikir, sebaik saja mereka menjumpai majlis zikir, maka mereka akan duduk bersama orang-orang yang sedang berzikir serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang berkerumun mengelilingi orang-orang yang sedang berzikir itu dengan sayap-sayap mereka sehingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia.

Apabila majlis berzikir itu tamat, maka para malaikat akan naik kembali ke langit. Lalu Allah SWT bertanya mereka: "Wahai para malaikatKu, dari manakah kamu semua?" Berkata para Malaikat: "Ya Tuhan kami, kami baru saja pulang dari memeriksa hamba-hambaMu di bumi, mereka bertasbih, takbir, talil dan tahmid serta memohon kepadaMu." Sebenarnya Allah SWT lebih mengetahui tentang perbuatan mereka dan semua makhluk ciptaannya. Setelah Allah SWT mendengar kata-kata para malaikatNya, maka Allah SWT pun berfiman: "Wahai para malaikatku, apakah yang mereka minta kepadaKu?" Berkata para malaikat: "Hamba-hambamu itu memohon syurga dariMu." Allah SWT bertanya lagi: "Pemahkah mereka melihat akan syurga itu?" Berkata para malaikat lagi: "Mereka tidak pernah melihat syurga itu."
Berfiman Allah SWT: "Hamba-hambaKu memohon syurga padahal mereka tidak melihatnya dan apalagi kalau mereka melihat syurga itu." Berkata para malaikat: "Mereka juga memohon kebebasan." Allah SWT bertanya: "Mohon bebas dari apa?" Berkata para malaikat: "HambaMu itu memohon kepadaMu supaya mereka itu dibebaskan dari neraka jahanam." Allah SWT bertanya para malaikat lagi: "Pernahkah hamba-hambaKu melihatkan nerakaKu itu?" Berkata para malaikat: "Tidak ya Allah." Allah SWT berfirman: "Hamba-hambaKu itu tidak pemah melihat neraka jahanam, tapi mereka memohon supaya dibebaskan darinya, apalagi kalau mereka melihatnya."

Kemudian para malaikat berkata lagi: "Ya Allah, hambaMu itu memohon ampun kepadaMu," Allah SWT berfiman: "Dengarlah wahai para malaikatKu, Aku mengampuni mereka itu dan aku akan memberi apa yang mereka minta serta membebaskan mereka dari api neraka yang mereka takut itu." Berkata malaikat lagi: "Ya Allah, di antara mereka itu terdapat seorang hamba yang penuh dengan dosa, dia melalui majlis itu lalu duduk bersama mereka yang sedang berzikir." Allah SWT berkata: "Orang itu pun Ku ampuni, begitu juga dengan setiap orang yang terlibat dalam majlis zikir itu, tidak ada yang celaka."

(kitab shahih Muslim, bab ad-Dzikr wa ad-Du’a wa at-Taubah wa al-Istighfar)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...